
IIlmu hikmah, bisa kita miliki, walau tingkatannya tidak setinggi ilmu para wali
lmu hikmah sering kita bayangkan milik para wali,
para filsuf, atau orang-orang besar yang hidupnya tampak luar biasa.
Padahal, hikmah tidak selalu lahir dari kehebatan.
Ia lahir dari kesediaan belajar…
dari hidup yang biasa-biasa saja.
Orang awam seperti kita pun bisa memiliki hikmah.
Bukan karena kita istimewa,
tetapi karena kita mau berhenti sejenak
dan bertanya dengan jujur:
Apa yang bisa saya pelajari dari kejadian ini?
Hikmah tingkat awam memang tidak viral.
Tidak menggetarkan.
Tidak membuat orang tampak hebat.
Tapi ia punya satu kekuatan besar:
membuat hidup lebih tenang.
Hikmah tidak menghilangkan masalah.
Ia hanya membuat kita tidak panik saat masalah datang.
Tidak kebal dari cemas,
tetapi tidak larut di dalamnya.
Hikmah tumbuh pelan.
Dari kegagalan yang diterima tanpa drama.
Dari luka yang tidak dilampiaskan.
Dari hidup yang dijalani dengan sadar, bukan reaksi.
Di Soengkono Learning Hub,
hikmah tidak dipelajari agar terlihat pintar.
Hikmah dipelajari
agar kita tetap utuh
saat hidup terasa berat.
Karena tujuan hikmah
bukan menjadi hebat,
tetapi mampu bertahan dengan tenang
di dunia yang sering tidak ramah.
Tinggalkan Balasan